
Bandung, 2 Februari 2026 — Perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia menerima serah simpan koleksi buku terbitan tahun 2026 dari Penerbit Refika Aditama pada 2 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan praktik berkelanjutan dalam mendukung serah simpan karya dosen UPI sekaligus memperkuat fungsi Perpustakaan UPI sebagai warehouse dan repository institusional bagi karya ilmiah sivitas akademika.
Serah simpan diserahkan oleh Ibu Rinny Ferdianti, perwakilan Penerbit Refika Aditama, dan diterima oleh Miyarso Dwi Ajie, M.I.Kom., selaku Koordinator Pengadaan Koleksi Perpustakaan UPI. Adapun buku yang diserahkan berjumlah dua judul, masing-masing satu eksemplar, yaitu:
1. Buku Ajar Keperawatan, karya dosen UPI Septian Andriyani, S.Kp., M.Kep. dan Agni Laili Perdani, S.Kep., Ners., M.S., bersama dosen Universitas Padjadjaran, Prof. Henny Suzana Mediani, S.Kp., M.Ng., Ph.D.
2. Hukum Fintech di Indonesia, karya Dr. Suyikno, S.Ag., M.H.
Serah simpan buku ajar karya dosen UPI memiliki nilai strategis dalam siklus pengetahuan perguruan tinggi, mencakup pendokumentasian, preservasi, dan diseminasi hasil intelektual dosen. Dalam kerangka tersebut, Perpustakaan UPI menjalankan peran kunci sebagai penjaga memori institusi (institutional memory) yang memastikan keberlanjutan akses dan keterlacakan karya ilmiah, baik untuk kepentingan pembelajaran maupun pengembangan keilmuan.
Perpustakaan UPI menyampaikan apresiasi atas konsistensi Penerbit Refika Aditama dalam menyerahkan karya-karya terbarunya. Kolaborasi ini memperkuat ekosistem literasi akademik dan selaras dengan nilai Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyediaan sumber belajar yang kredibel dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kemitraan berkelanjutan antara penerbit dan institusi pendidikan tinggi.
Sebagai bagian dari penguatan layanan informasi, Perpustakaan UPI menegaskan bahwa koleksi cetak tetap relevan dan dimanfaatkan secara aktif oleh mahasiswa dalam memenuhi kebutuhan informasi akademik. Kehadiran koleksi cetak, berdampingan dengan sumber digital, memperkaya spektrum akses pengetahuan dan meneguhkan peran perpustakaan sebagai pusat sumber belajar yang komprehensif, berkelanjutan, dan berbasis kebutuhan nyata mahasiswa.






