Bandung, 28 November 2025. Perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengukuhkan komitmennya dalam membangun ekosistem literasi dan akademik yang kuat melalui serangkaian penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan perpanjangan PKS dengan total delapan institusi pendidikan tinggi sepanjang bulan November 2025.
Rangkaian kerja sama ini telah dimulai pada 24 November 2025, di mana Perpustakaan UPI telah menandatangani PKS baru dengan dua mitra strategis, yaitu Politeknik Negeri Bandung (Polban) dan Politeknik Manufaktur Negeri Bandung (Polman).

Selanjutnya, kegiatan perpanjangan PKS dilaksanakan pada Jumat, 28 November 2025, bertempat di Ruang Rapat Perpustakaan UPI, Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229, Bandung. Acara ini merupakan perpanjangan dan penguatan kerja sama yang telah terjalin sebelumnya dan berlangsung mulai pukul 08.10 hingga 10.00 WIB.
Perpanjangan PKS pada 28 November 2025 ini melibatkan enam institusi perpustakaan, meliputi:
- Kepala Perpustakaan Universitas Subang
- Kepala Perpustakaan Institut Teknologi Nasional, Bandung
- Kepala Perpustakaan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
- Kepala Perpustakaan Universitas Sebelas April, Sumedang
- Kepala Perpustakaan Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri, Depok
- Direktur Akademik / Kepala Bagian Telkom University Open Library
Seluruh rangkaian penandatanganan kerja sama, baik PKS baru maupun perpanjangan PKS, secara resmi dilakukan oleh Kepala Perpustakaan UPI, Dr. Riche Cynthia Johan, bersama dengan para pimpinan (Kepala Perpustakaan/Direktur) dari masing-masing institusi mitra yang terlibat.
Kerja sama ini meliputi sejumlah aspek strategis, seperti peningkatan kualitas layanan perpustakaan, integrasi sumber daya informasi, program pelatihan pustakawan, hingga penyelenggaraan kegiatan literasi dan riset kolaboratif.
Inisiatif ini juga sejalan dengan komitmen Perpustakaan UPI dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 17: Partnerships for the Goals, yang menekankan pentingnya kolaborasi dan kemitraan dalam memperkuat kapasitas kelembagaan, memperluas akses terhadap pengetahuan, serta menciptakan ekosistem pendidikan yang saling mendukung dan berkelanjutan.






