Optimalisasi Layanan Perpustakaan UPI dalam Membangun Komunitas Pendidikan yang Cerdas dan Literat untuk Kemajuan Bangsa

Prof. Dinn Wahyudin, M.A.

Hotel Homann Bandung, akhir Oktober 1954. Suasana pagi  itu sangat lengang.  Di salah satu ruangan lantai satu, ada yang berbeda. Tak menyerupai ruangan seperti lazimnya suatu hotel. Ternyata ruang tersebut dijadikan Perpustakaan Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG). Seorang pustakawati keturunan bule eropah  dengan sigap dan senyum ramah  siap melayani mahasiswa/i PTPG yang datang untuk membaca atau meminjam buku.

Mevrouw  Henderson, demikian para mahasiswa/i menyapanya. Dia lah a single librarian yang bekerja sebagai satu satunya pustakawan  di Perpustakaan PTPG (sekarang UPI). Jumlah koleksi yang dimiliki perpustakaan  saat itu mencapai 8.000 eksmplar untuk  melayani para dosen dan  214 mahasiswa yang tersebar di tujuh jurusan, itulah rintisan perpustakaan PTPG. Perjalanan  perpustakaan, yang dalam perkembangannya kemudian menjadi perpustakaan UPI.

Biggest university library

Eksistensi perpustakaan  universitas atau PT, senantiasa berkorelasi dengan lembaga penaungnya. Universitas yang berprestasi dan mendapat top ranking dunia, pasti kondisi perpustakaanya juga sangat menopang dan berkinerja prima sbagai top library. Sarpras yang tersedia, koleksi, sistem layanan, dan SDM perpustakaan juga sangat baik dan memberikan layanan prima.

Sebagai pembanding, tengok Harvard University, universitas ini merupakan tiga besar Top University versi QR World University  Ranking 2020. Seperti dituturkan Pezzi, Bryan (2020)  kategori perpustakaan universitas terbesar di dunia adalah Harvard Libraries. Suatu sistem perpustakaan di lingkungan Harvard University. Perpustakan ini didirikan tahun 1638, dengan jumlah koleksi mencapai 20,4 juta judul buku. Ditambah 180.000 serial publication, 400 juta manuskrip,124 juta arsip ,web pages, dan 5.4 terabytes dalam bentuk arsip manuskrip digital. Jumlah staf dan pustakawan 800 orang. Anggaran perpustakaan   mencapai US 250 juta (2020). So fantastic!. Demikian juga Massachusett Institute of Technology (MIT) di Cambridge sebagai Top University rank versi QR World University  (2020) juga memiliki sistem layanan perpustakaan yang prima.

Appleton dalam Elsevier (2018) merinci 3 indikator kunci perpustakaan universitas yang berkinerja baik.  Yaitu berkonstribusi tinggi dalam tiga aspek utama : (i) percentage community  regarded as information literate; (ii) percentage community regarded  as social engaged; (iii) percentage of  institutional research output regarded as world class. Dengan demikian, ada 3 key outcomes dari perpustakaan Universitas atau PT yang kategori kinerja prima.  Yaitu memberi sumbangan pada capaian tinggi dalam tiga hal yaitu tingkat literasi, capain mahasiswa, dan dampak riset. Information literacy; student  attainment/academic success; and research Impact.(Elsevier, 2018).

Layanan Terbaik

Sejak tahun 1995,  Perpustakaan UPI menempati  gedung seluas 12.000 meter dengan koleksi hampir 1 juta eksmplar. Saat ini, Perpustakaan melayani sivitas akademika, termasuk mahasiswa UPI yang berjumlah 36.000 orang.

Layanan terbaik bagi pengguna menjadi motto perpustakaan UPI.  Answer at its best to any quests.

Di masa pandemik saat ini menuntut perpustakaan harus terus berinovasi dalam melampaui batasan batasan disrupsi zaman dalam pemenuhan kebutuhan untuk memberikan layanan terbaik bagi para pengguan Perpustakaan sudah banyak inovasi layanan yang dilakukan oleh perpustakaan UPI, diantaranya ; Layanan Unggah Mandiri, Layana RepoVOS ( Repository View On Screen), CERIA (Cetak dan Kirim Koleksi Akademik), Program layanan “BisaBerkawan”(Bincang santai Bersama Pustakawan) dan   mengoptimalisasi Saluran Media Sosial yang dimiliki oleh Perpustakaan UPI, malah jauh sebelum covid 19, untuk memberi layanan optimal, Perpustakaan  UPI buka sampai malam hari. Pada tahun 2013, perpustakaan pernah buka sampai dengan pk 21.00 malam.

Kini, perpustakaan UPI terus menata diri. Sesuai dengan yang dikemukakan Kepala Perpustakaan UPI – Dr.Riche Synthia Johan,M.Si, ada  4 vocal points yang sedang diikhtiarkan Perpustakaan UPI. Pertama, menjadi pusat keunggulan informasi (centre of excellency for information resources), dengan mengedepankan layanan terbuka, modern, & mobile. Kedua, menjadi pusat unggulan dalam penghimpunan, penyebaran, pelesatarian koleksi pustaka  dan informasi yang signifikan menopang kebutuhan civitas akademika UPI.  Ketiga, memberdayakan sumberdaya manusia insan perpustakaan berkualitas, berdedikasi, dan memiliki kemampuan kompetitif sebagai penyedia informasi di era teknologi informasi dan globalisasi. Keempat, bersinergi dan berjejaring dalam upaya mewujudkan  kolaborasi yang saling memberi manfaat untuk kemajuan pendidikan melalui kiprah layanan perpustakaan.

Kaitannya dengan tekad di atas, seorang pustakawan senior di USA- David Lankes  (2016) pernah berujar Bad libraries build collection, good libraries build services, and great libraries build conmunities.

Tampaknya peran inilah yang sedang diikhtiarkan oleh Perpustakaan UPI. Yaitu membangun komunitas pendidikan yang cerdas dan literat untuk kemajuan bangsa.

EnglishIndonesian